Apa bedanya dengan kalkulator rate card lainnya?
Ngitung Conversion-nya KOL itu Ribet
FAQ
Kenapa kamu perlu tahu keuntungan per penjualan?
Profit margin per conversion itu penting karena itu adalah nilai real tiap orang yang closing lewat kamu. Dengan tahu angka ini, kamu jadi lebih paham:
- Berapa “harga” sebenarnya dari audiencemu?
- Niche mana yang paling worth it?
- Kenapa rate kamu bisa beda-beda tergantung produk yang dipromosikan?
Semakin kamu ngerti market audience-mu dan niche-mu, semakin jelas juga nilaimu ke brand.
Kenapa ada dua rumus penghitungan?
Kembali ke masalah utama: Ngitung conversion itu nggak gampang.
Oleh karena itu, kita akan coba pakai dua metode untuk mendapatkan estimasi nilai conversion-nya. Tergantung dengan style konten KOL, bisa jadi metode A lebih cocok digunakan dari metode B.
Selain itu, kamu juga bisa mengubah rasio conversion-nya di pengaturan tambahan biar lebih cocok sama kebutuhanmu.
Apa itu retention per konten?
Buka insight salah satu konten reels di Instagram-mu.
Cari sampai ada grafik yang nunjukin “How long people watched your reels”, lalu cek di kira-kira pertengahan durasi videomu.
Angka ini kita gunakan untuk mengukur seberapa banyak pesan dari videomu itu benar-benar diterima oleh penontonmu. Buat apa video views-nya banyak, tapi orang langsung skip videomu?
Kenapa pakai reach dan bukan impression/views?
Impression/views itu menghitung jumlah berapa kali videomu ditonton, sementara reach itu menghitung berapa orang yang menonton videomu.
Jadi, yang kita benar-benar cari itu ya jumlah orangnya yang bisa beli.
Kenapa ngga masukin jumlah followers?
What’s the point of jutaan followers tapi reach-nya cuma ratusan?
Followers mungkin bisa dijadikan acuan untuk menghitung estimasi reach-nya. Tapi daripada ngitung estimasi reach, kenapa nggak ya kita hitung aja rata-rata reachnya?
Yang paling penting harusnya di konsistensi reach-nya, karena itu angka real orang yang bener-bener menonton content-nya.
Tentunya ada cara penghitungan lain yang menggunakan klasifikasi nano, mikro, makro, dsb. Tapi dalam metode ini, kita coba yang lebih ke impact-based berdasarkan performa kontennya.
Bisa ngga sih diitungin otomatis dari IG kita aja?
Pengennya juga gitu, tapi saat ini (atau mungkin selamanya?) nggak bisa.
Data-data seperti reach & retention sifatnya private dan hanya bisa diakses di akun pengguna. Publik hanya bisa melihat jumlah impression & followers, yang mana kita nggak pakai dalam penghitungan.
Kenapa pakai share & retention?
Karena dua angka ini yang kami rasa paling memungkinkan untuk merepresentasikan intention ke conversion.
Share menunjukkan ketertarikan terhadap konten, yang kemudian dibagikan ke orang melalui DM ataupun metode lainnya.
Retention menunjukkan intention orang untuk menonton hingga selesai, sehingga dirasa cukup menarik/worthy untuk dipelajari lebih lanjut secara individu.
Tetapi kami rasa rasio dari retention lebih rendah dibandingkan share, sehingga kami sesuaikan di penghitungan rumus secara proporsional.
Kami sempat mempertimbangkan untuk menghitung action “Save” dalam kalkulasi. Namun untuk saat ini, kami hanya menggunakan dua metrics di atas terlebih dahulu.